DAMPAK PANDEMI GLOBAL BUAT REMAJA, MENURUNNYA COGNITIVE FLEXIBILITY?

Assalamualaikum Wr. Wb.

Perlu disadari bahwa pandemi global COVID-19 yang melanda dunia, khususnya Indonesia, menimbulkan dampak yang luar biasa kepada segala sektor. Hal kritis yang mendapat perhatian penulis adalah sektor pendidikan. Sebelum pandemi hadir, Rhenald Kasali mengkhawatirkan adanya generasi muda yang memiliki mental rapuh lewat bukunya, Strawberry Generation (Kasali, 2017). Yang dikhawatirkan di sini adalah generasi muda yang sebetulnya secara akademik tidak diragukan dalam hal prestasi belajar, ternyata ketika turun ke lapangan, rata-rata memiliki mental kerja yang rapuh, mudah putus asa, insecure, dst. Oleh karena itu, solusi terbaik menurut Rhenald Kasali adalah pendidikan mental harusnya mendapat lebih banyak jatah, agar generasi muda harapan bangsa menjadi generasi yang bermental tangguh. Sejak masa remaja, mereka tidak hanya dibekali oleh working memory yang bagus, melainkan pula muscle memory yang terlatih sejak dini.

Working memory di sini didefinisikan sebagai kemampuan mengelola informasi dengan cepat seperti halnya melihat komputer yang sedang bekerja mengolah data (Kasali, 2017, hal. 19). Working memory meningkat ditentukan dari semakin sering para remaja milenial menghafal rumus-rumus di sekolah mereka.

Working memory is not everything! Ini patut dicamkan karena working memory saja tidaklah cukup bagi para generasi milenial saat ini untuk sukses. Menurut penulis, generasi milenial juga harus memiliki muscle memory yang mumpuni dan sudah teruji berulang kali. Muscle memory (atau myelin) muncul dalam saraf oligodendrosit yang mengalami repetisi berkali-kali.

Penulis merasa bersyukur sekali karena banyak mendapatkan pencerahan dari Robin Sharma lewat video-video onlinenya, termasuk Robin Sharma Mastery Sessions, dan buku-bukunya, The Leader Who Had No Title dan The 5 AM Club. Lewat beliaulah penulis mendapatkan informasi penting tentang “deliberate practice” yang benar-benar berdampak langsung dalam diri kita. Menurut Sharma, kita memiliki saraf di dalam tubuh yang disebut oligodendrosit yang dipicu ketika kita berfokus total (monomaniacally focus) pada suatu kegiatan tunggal berulang-ulang. Ketika saraf oligodendrosit dipicu berkali-kali, maka ia akan menghasilkan jaringan lemak yang disebut myelin. Myelin inilah yang disebut Sharma sebagai “rahasia orang genius”. Bila kita melatih suatu skill selama berhari-hari dan konsisten, maka kita secara tidak sengaja mengaktifkan saraf oligodendrosit dan kemudian menghasilkan muscle memory atau myelin. Ketika myelin dihasilkan, maka kita akan menjadi sangat terampil dan bahkan orang lain menganggap kita “berbakat”.

Working memory yang bagus diiringi dengan muscle memory yang terlatih memberikan dampak besar pada generasi milenial yang ingin berprestasi setinggi mungkin. Menurut Kasali, generasi bermental stroberi yang diresahkannya mengalami cognitive inflexibility. “Banyak orang bergelar akademis tinggi malah kurang berhasil, kaku, bahkan frustrasi dalam hidupnya” (Kasali, 2017: hal. 11). Menurut penulis, bisa jadi working memory mereka bagus, namun sayangnya muscle memory mereka tidak dilatih secara konsisten, seperti yang dipaparkan oleh Robin Sharma. 

Sangat disayangkan, pandemi COVID-19 memaksa sistem pendidikan di negeri kita berganti format menjadi pendidikan jarak jauh. Dengan bermodalkan kuota internet dan gawai elektronik, para remaja belajar di rumah mereka masing-masing. Tentunya mereka mendapatkan pengawasan ketat dari orang tua dan tentu saja para guru dari kejauhan. Selama ini penulis memperhatikan mereka-mereka yang jarang keluar rumah dan sibuk mengerjakan tugas-tugas belajar dari sekolah lewat kelas online.

Semakin sering para remaja belajar di rumah, mengakibatkan semakin menurunnya kemampuan motorik siswa, bahkan lebih parahnya, cognitive inflexibility mendekati kenyataan.

Maaf, penulis mulai memperhatikan fenomena ini karena hal ini adalah keniscayaan. Semoga tulisan ini menjadi refleksi untuk kita semua.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Saran/masukan bisa dilayangkan lewat komentar di bawah ini, atau bila kalian ingin mengamati keseharian saya, follow akun Instagram saya @midnightman181278 dan subscribe akun YouTube saya HAFZAN ALFI.

Terima Kasih!

Komentar