MENULIS PUISI : MY UNEXPECTED YET POWERFUL SKILL
Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah aku kembali lagi ke blog ini setelah sekian lama hiatus karena kesibukan aktivitas.
Di tengah derasnya pandemi yang katanya sedang memasuki gelombang ketiga, aku telah menemukan sesuatu yang sesungguhnya tak disangka namun dampaknya hebat.
Selain menciptakan lagu (songwriting), aku menemukan kemampuan lain yang awalnya tak terlihat namun perlahan-lahan menunjukkan pencapaian yang sungguh luar biasa. Menulis puisi (writing a poem) merupakan hobiku pada awalnya. Pelan tapi pasti, kemampuan ini menunjukkan hasil yang sungguh di luar dugaan. Sepanjang tahun 2021 bahkan hingga saat ini, kemampuan menulis puisi ini mulai mencapai tingkat keterampilan, bahkan bila dilatih terus menerus akan mencapai tingkat keahlian.
Hal ini terbukti sejak aku menerbitkan buku antologi puisi pertama kali, DUNIA DALAM PIKIRANKU. Gabungan antara puisi lama yang belum diterbitkan dan puisi baru yang dibuat saat masa pandemi ini aku kira untungnya sedikit, namun lama kelamaan mulai mendatangkan hasil yang signifikan. Total puisi yang dikumpulkan dalam buku ini adalah 48 buah (hampir 50 buah lho).
Dengan prestasi yang cukup membanggakan ini, aku mulai optimis bisa mengais rezeki (meski hanya sampingan) dari penjualan buku ini, dan bahkan aku berencana menerbitkan buku berikutnya. Oleh karena itu, agenda menulis puisi harus diperbanyak, meski waktu terbatas. Pemicunya sederhana, yaitu bila aku menemukan inspirasi yang cukup banyak dan mendalam.
Kadang-kadang aku menulis puisi dadakan dan menerbitkannya di akun instagramku yang memiliki follower di atas 1000 orang. Sambutannya pun tidak banyak, namun ada juga yang sempat mengaku tersentuh dengan puisi-puisiku. Well, memang sudah saatnya kemampuan menulis puisi ini naik kelas, bahkan bisa jadi modal besarku untuk menulis lagu (nilai plus untuk kemampuanku yang lain).
Cukup sekian tulisanku untuk kali ini, mudah-mudahan aku bisa menulis artikel blog ini sesering mungkin.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Komentar
Posting Komentar